Poligami
Poligami… Topik pemberitaan yang mendominasi media massa Indonesia beberapa hari terakhir. Pemicunya tentu saja kabar poligami K.H. Abdullah Gymnastiar atau yang populer dipanggil Aa’Gym. Banyak yang menyayangkan tapi ada pula yang mendukung. Toh masalah poligami gak dilarang dalam agama Islam, agama yang dianut oleh Aa`Gym. Bahkan ada yang mengatakan malah dianjurkan khususnya buat melindungi wanita dari fitnah.

Tapi mungkin karna memang kesan poligami jaman sekarang udah jelek, makanya banyak yang menyayangkan Aa’Gym berpoligami. Yaa… poligami banyak dilakukan oleh orang yang belum mengerti tujuan poligami seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Banyak yang melaksanakan tidak sesuai dengan tujuan untuk melindungi wanita, tapi hanya sebagai pemuas nafsu. Makanya tak heran poligami jaman sekarang istri kedua atau seterusnya kebanyakan adalah gadis yang masih muda, lebih cantik dan lebih menarik dari istri pertama. Dan mungkin karna itu sang suami yang melakukan poligami akan lebih senang jika bersama istri kedua yang lebih cantik dan serba lebih…dibandingkan istri pertama. Nah inilah yang menimbulkan ketidak adilan karna perhatian suami akan lebih ke istri kedua dibandingkan istri pertama dan anak hasil perkawinan dengan istri pertama juga akan merasa ditelantarkan. Mungkin kasus poligami seperti ini yang banyak terjadi sekarang ini sehingga kesannya sangat jelek.
Memang wanita yang dinikahi Aa`Gym lebih mudah dan –menurut saya- lebih cantik dari Teh Ninih. Tapi dia juga adalah janda beranak tiga, bukan gadis muda atau ABG yang mungkin bisa saja didapatkan klo Aa`Gym mau. Apakah sy setuju Aa`Gym berpoligami? menurut sy sah-sah saja. Itu hak Aa` dan gak dilarang agama, lagipula istri pertama Aa`Gym (Teh Ninih) juga sudah ikhlas (walaupun katanya berat).
Setiap wanita pasti tidak suka kalau suaminya kawin lagi. Jangankan wanita biasa, bahkan seorang Aisyah isteri nabi Muhammad SAW sekalipun, sangat tidak suka kalau suaminya kawin lagi. Padahal, yang dinikahi beliau Rasulullah SAW semuanya wanita tua, janda lagi. Sementara satu-satunya wanita yang dinikahi Rasulullah SAW dalam keadan perawan, muda dan cantik, hanyalah Aisyah ra. seorang. Padahal Aisyah ra. sendiri bukanlah cinta pertama Rasulullah SAW. Jadi wajarlah kalo Teh Ninih awalnya merasa berat, tapi akhirnya tetap mendukung Aa`Gym.
Poligami di Keluarga Saya

Saya sendiri merupakan anak terakhir dari istri terakhir almarhum ayah saya. Dari cerita dari Ibu dan juga nenek dari almarhum ayah saya, sy baru tau klo ayah saya pernah menikah 6 kali. Tapi bukan berarti mempunyai 6 istri, hanya menikah 6 kali karna beliau baru kawin lagi setelah cerai dengan istri terdahulunya dan ada juga yang meninggal. Dan yang tersisa hanya Ibu saya hingga ayah saya meninggal. Dan antara saya dengan saudara sy yg lain ibu, tidak ada masalah apa-apa, bahkan mereka sangat sayang kepada saya.
Kakak saya yang lain ibu sekarang semuanya tersebar di pulau Sumatera. Di Jambi (2 orang perempuan), Dumai (1 orang laki-laki), Pekanbaru (1 orang perempuan) dan Batam (1 Orang perempuan dan yang tertua). Sementara di sini sy tinggal bersama Ibu dan kakak yang perempuan.
Ada hal lucu ketika saya jalan² ke rumah kakak saya yang tertua di Batam tahun 2001 lalu. Karna dia sudah punya cucu, makanya sy dipanggil kakek sama cucunya. Yaaa.. 4 orang anaknya memang semuanya lebih tua dari saya serta sudah berkeluarga dan punya anak. Dan kalo menelpon atau ngomong, mereka manggil saya pak cik.. saya seh cuek aja…

Dari beberapa bersaudara, mungkin yang bisa mewarisi yang dilakukan ayah saya yg menikah lebih dari 1 kali hanya 2 orang, karna di antara kami bersaudara memang hanya 2 orang laki-laki. Saya dan kakak yang ada di Dumai. Kalo saya kemungkinan tidak, kalopun iya berarti belum, jangankan istri pertama, calon nya aja blum ada…. Lagipula saya takut poligami, soalnya takut gak adil. Kalo kakak saya bisa saja. Dari profesinya yang sebagai pengusaha, memang bisa saja mengundang ketertarikan wanita. Tapi sejauh ini sy liat rumah tangganya baik-baik saja, punya istri cantik dan sudah dikaruniai 2 orang putera. Apalagi dia memang sosok kakak yang saya kagumi, akhlaknya baik dan dekat dengan anak buahnya. Jadi rasa²nya saat ini dia gak mewarisinya juga.
Kabar yang saya dengar justru yang mewarisinya malah cucu almarhum ayah saya. Tepatnya putra pertama dari kakak saya yang tertua. Kabarnyaa udah 3 kali married. Tapi saya gak tau pasti, kabar itu benar atau tidak. Tapi kalo kabar itu benar, sy pesimis dia bisa berlaku adil, apalagi melihat sikapnya.
Kesimpulan saya, poligami boleh saja tapi dengan syarat sesuai dengan tujuan poligami yang sebenarnya dan bisa berlaku adil sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
َإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. An-Nisa’: 3)
Dan mari kita mendoakan semoga Aa`Gym dan juga kaum muslimin yang melakukan poligami bisa berlaku adil kepada istri²nya dan juga keturunan mereka. Amienn…