Mudik euy Mudik

SupermanmudiksM u d i k ….

Satu kata yang gak bisa dlepaskan dari kebiasaan masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang tinggal bukan di kampung halaman. Tradisi mudik biasa meledak ketika musim liburan hari raya, karna mencakup semua lapisan, baik itu pegawai sipil maupun negeri, dan juga pelajar.

Sy sendiri sudah ± 7 tahun tidak mudik ke kampung halaman di Jambi. Beberapa tahun ini sy lebaran di Makassar. Dan rencananya besok (Insya Allah) juga tetap lebaran di Makassar. Sy lebaran Idul Fitri hari Selasa (24 Oktober) mengikuti fatwa Menteri Agama (Pemerintah), walaupun sebenarnya OKI (Organisasi Konferensi Islam) memfatwakan hari ini Senin (23 Oktober).

Kembali ke soal mudik. Beberapa hari yang lalu sepupu sy juga udah mudik ke Jambi dan sy ngantar dia ke pelabuhan. Entah apa dia bisa nyampe di Jambi sebelum lebaran, soalnya dia naek kapal laut ke Jakarta dan rencananya dari Jakarta naek pesawat ke Jambi. Sementara beberapa hari ini di beritakan klo Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi belum dibuka untuk pendaratan pesawat karna kabut asap masih pekat. Mudah²an dia bisa nyampe klo naek bus dari Jkt ke Jbi.

Walaupun sy gak bisa mudik ke jambi, setidaknya sy bisa ngumpul bersama keluarga yang lainnya di sini. Dan rencananya besok sesudah lebaran, sy bersama Ibu dan juga kk sepupu akan berangkat ke Bone (silaturahmi bersama keluarga). Sementara kk udah dulu ke Bone dan lebaran di sana. Apa ini disebut mudik juga? Bisa jadi. :D Toh Ibu sy orang Bone, dilahirkan dan besar di sana serta keluarga juga masih banyak di sana.

Dan seperti yang sy tulis d atas, sy ke Bone (mudik?) sesudah lebaran, tidak seperti masyarakat umumnya yang mudik sebelum lebaran. Doain yah semoga tidak ada apa² dalam perjalanan.

Leave a Reply